Translate

Selasa, 05 Agustus 2014

Manusia Hanya Bisa Menilai , tapi hanya ALLAH yang tahu kebenarannya (Belajar Menulis ^_^)http://blogmirnawaty.blogspot.com/



Bismillahirrahmanirahim....Ya Allah engkau yang maha tahu, apa yang hamba tulis ini hanya sebagian hasil kontemplasi hamba selama ini dalam memahami proses kehidupan yang engkau berikan, lindungi hamba dari kebodohan hamba saat menuliskan kalimat-kalimatmu dan maafkan hamba jika apa yang hamba pikirkan dan tuliskan ini jauh dari kebenaranmu. Aamiin Yaa Rabb :)



MANUSIA HANYA BISA MENILAI, KEBENARAN HANYA ALLAH SWT YANG TAHU.

Tugas manusia adalah menyembah Allah SWT dan beribadah hanya kepada-Nya 
"Dan tidak aku jadikan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku."
( QS Adz-Dzaariyaat[51]:56 )

Manusia juga ditugaskan untuk menjadi seorang khalifa baik bagi umat beriman maupun khalifa bagi dirinya senditi, namun dalam menjalini proses kehidupan menuju kematian manusia memiliki peran yang sangat penting dalam kemaslahatan umat dan melewati setiap aspek kehidupan didunia ini baik dari segi religi,sosial,ekonomi dan sebagainya, selain itu manusia juga harus menerima Qada dan Qadar yang telah Allah tetapkan dalam hidup kita, Allah telah mengatur kehidupan kita sungguh sedemikian rapi dan bijaksana, (Masya Allah)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ
“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain. (HR. Muslim no. 91)

Sebagai manusia yang tak sempurna tidak pantas kita sombong, namun seringkali kita lupa telah berperilaku sombong, yah itu hanya salah satu dari sekian banyak salah dan dosa kita, namun menarik bagi saya untuk membahas perilaku sombong yang semakin hari semakin menjadi suatu yang lumrah saja padahal Allah telah melarang kita untuk berperilaku sombong. dalam hal ini ada banyak hal yang membuat orang lupa diri sehingga berperilaku sombong, penyebabnya bisa karena harta, tahta, rupa bahkan agama nauzubillah. seperti yang banyak kita temui sifat sombong ada yang terlihat dan tidak terlihat. yang telihat sudah sangat sering kita menemui orang yang membangga-banggakan dirinya dihadapan orang lain dengan tujuan ingin mendapat pujian. lantas bagaimana dengan sifat sombong yang tak terlihat?? yah ini adalah sifat yang mungkin ada dalam diri kita dan hanya Allah dan kita sendirilah yang tahu, namun bisa jadi selama ini pun kita belum menyadari saat benih-benih kesombongan itu tumbuh subur dan menancapkan akarnya pada dinding-dinding hati kita? ialah saat kita menjumpai orang lain coba kita ingat-ingat seberapa sering kita memberikan penilaian terhadap seseorang yang kita kenal atau orang yang baru kita temui? atau pernahkah kita menjudge buruk seseorang atau lebih baik dari diri kita seolah-olah kita tahu betul tentang setiap tindakan orang tersebut? jika jawabannya pernah apakah penilaian yang kita berikan adalah buruk atau baik? (cukup anda yang tahu jawabannya).

apapun itu sudah banyak sekali saya mendapati orang-orang yang mempertanyakan niat seseorang dalam melakukan kebaikan atau bahkan menuduh seseorang tidak ikhlas akan perbuatan baik orang tersebut lantas dari segi mana kita melakukan penilaian terhadap hati seseorang? apakah kita memang sudah sangat hebat dan layak membaca hati dan pikiran orang lain? sadarilah segera kita tidak pernah tahu kadar keimanan kita, lalu bagaimana mungkin kita sok tahu dengan iman orang lain..? jika penilaian yang kita berikan hanya sebatas apa yang kita lihat, dengar dan rasakan berati itu hanya sebuah penilaian yang tak mutlak kebenarannya karena orang yang kita nilailah yang tahu sesungguhnya. jika apa yang telihat saja tidak mutlak kebenarannya mengapa masih saja kita berani menilainya? secara tidak sadar kita mengambil hak Allah dalam menilai hamba-hambanya

saya sendiri pernah bahkan sangat sering dinilai teman-teman entah itu pujian atau kritikan tapi dalam hati saya bergumam (sok tahu sekali ini orang) lantas saya meluruskan apa yang orang tersebut katakan namun masih belum percaya kembali dalam hati saya meggerutu " terserah, toh masalahnya ada sama kamu ". ^_^

pun saya  pernah menilai orang lain secara frontal tanpa peduli apa yang telah saya katakan telah melampaui batas, meski hanya dalam hati tapi tetap saja berbahaya, waktu itu mudah sekali saya bermain dengan pikiranku dan menilai orang yang tidak memakai jilbab sebagai orang yang buruk dan tidak lebih baik dari saya. Astagfirullh aladzhim.

wahai kawan-kawan lagi-lagi saya hanya bisa mengingatkan melalui tulisan sederhana ini. dari pada kita memikirkan hati orang lain, amalan orang lain alangkah baiknya jika kita memperbanyak intorspeksi toh ada yang lebih berhak menilai hati seseorang, keikhlasan seseorang dan niat tulus seseorang ialah Allah Swt semata (Maha suci lagi maha tinngi) kalaupun kita harus menilai orang percayalah itu tetap hanya sebuah penilaian yang tidak mutlak kebenarannya karena "Manusia memang hanya bisa menilai namun hanya Allah yang tahu kebenarannya"  kalau sudah begitu lantas masih maukah kita membuang waktu untuk memikirkan urusan hati orang lain yang kita sendiripun tidak tahu kebenarannya? padahal waktu yang kita gunakan untuk memikirkan urusan orang lain tadinya bisa kita gunakan untuk bercermin dan berbenah? sepele sih tapi sanggupkah kita menghindarinya? yah gampang saja, saat mulut kita mudah sekali menilai perbuatan seseorang segeralah posisikan diri kita sebagai orang tersebut, mungkin kita pernah menjadi seorang komentator hebat pada orang lain,

Selama status kita hanya seorang manusia, selama itupun kita hanya seoorang hamba yang tidak sempurna, namun kehilafan pun tak terelakkan dan mudah sekali menggerogoti hati kita. seringkali kita Riya, angkuh bahkan menganggap orang lain lebih rendah dari pada kita, Nauzubillah lantas hanya keimana yang kokoh  yang bisa menyelamatkan kita segera dari segala khilaf. ingatlah saat kita sujud ternyata kepala yang kita bangga-banggakan hanya setara dengan kaki, saat kita terlihat sempurna itu semua karena Allah S.W.T dengan sangat baik menutup Aib-aib kita yang menumpuk.

Adapun hai ini sebelum sampai kepada pembaca pastilah penulisnya yang paling pertama menyadari. insyaAllah manfaat Aamiin...

Bagian Dari Kehidupan

Sejak dulu kita sudah tidak asing mendengar Kalimat "Tidak Ada Manusia Yang Sempurna " atau lebih kerennya nobody's perfect, dan yah memang didunia ini tidak ada manusia yang sempurna bahkan nabi Muhammad S.A.W pun juga pernah melakukan kesalahan, dan kisahnya diabadikan dalam kitab suci Al-Quran, bayangkan seorang nabi mulia yang mendekati sempurna juga tidak luput dari kesalahan, lantas siapakah manusia yang paling benar dan suci di dunia ini? tidak ada!!! sampai saat ini kita meyakini kalimat "Subahanallah (Maha Suci Allah) hanya Allah S.W.T tuhan semesta alam yang tidak pernah salah dialah zat maha sempurna, Allah begitu baik terhadap hamba-hambanya yang telah melakukan kesalahan bahkan saat dosa-dosa kita sudah setinggi gunung dan selama kita tidak mempersekutukan-Nya lalu kemudian kita benar-benar bertaubat kepada-Nya, Allah senantiasa mengampuni kita dan saat kita kembali mengulang/melakukan kesalahan Allah sangat bijaksana dalam menegur hamba-hambanya yang khilaf atau lupa kalau telah melanggar aturan-aturannya Masya Allah.!

ALLAH SWT MAHA LUAS AMPUNAN-NYA

Dari Anas bin Mâlik Radhiyallahu anhu ia berkata, “Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hai anak Adam! Sesungguhnya selama engkau berdo’a dan berharap hanya kepada-Ku, niscaya Aku mengampuni dosa-dosa yang telah engkau lakukan dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Seandainya dosa-dosamu setinggi langit, kemudian engkau minta ampunan kepada-Ku, niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam ! Jika engkau datang kepadaku dengan membawa dosa-dosa yang hampir memenuhi bumi kemudian engkau bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberikan ampunan sepenuh bumi.” [HR. at-Tirmidzi, dan beliau berkata: Hadits ini hasan shahih].










2 komentar:

  1. Keep Bloging ..

    mampir di mari.
    http://pittovic.blogspot.sg/
    http://pittovic-cloth.blogspot.sg/

    BalasHapus
  2. Ког지노 더킹: PICK'N GO! (Slingo Games 2021) 카지노 카지노 sbobet ทางเข้า sbobet ทางเข้า 90best sports betting site for sports bets

    BalasHapus